RUKYATUL HILAL AWAL DZULHIJJAH 1447 H OLEH OBSERVATORIUM JOKOTOLE UIN MADURA
- Diposting Oleh Admin Web HKI
- Minggu, 17 Mei 2026
- Dilihat 27 Kali
Observatorium Jokotole UIN Madura melaksanakan kegiatan rukyatul hilal awal Dzulhijjah 1447 H pada hari Ahad, 17 Mei 2026 M bertepatan dengan 29 Dzulqa’dah 1447 H. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 16.45 WIB hingga berakhir pada pukul 17.40 WIB di lokasi observasi Observatorium Jokotole UIN Madura. Pelaksanaan rukyatul hilal tersebut merupakan bagian dari ikhtiar ilmiah dan syar’i dalam menentukan awal bulan Dzulhijjah 1447 H yang memiliki implikasi penting terhadap penetapan Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, akademisi, praktisi falak, serta mahasiswa dan santri. Dari unsur Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan hadir Plt. Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, H. Mohammad Zaini Masbuchi, S.Ag., M.Pd., serta Kasi Bimas Islam Kankemenag Pamekasan, H. Mohammad Ahad Ridwan, M.Pd., beserta sejumlah staf dan Kepala KUA. Dari unsur akademisi hadir H. Mohammad Taufiq, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Madura, didampingi oleh Hosen, M.HI selaku penanggung jawab Observatorium Jokotole sekaligus dosen Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) UIN Madura, yang juga sebagai Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Pamekasan dan Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Pamekasan.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh pengurus BHR Kabupaten Pamekasan, pengurus Lembaga Falakiyah PCNU Pamekasan, HMPS Prodi HKI UIN Madura, mahasiswa STISA Pakong, serta para santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet. Pelaksanaan rukyat berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Namun demikian, hilal awal Dzulhijjah 1447 H tidak berhasil dirukyat karena kondisi ufuk barat tertutup awan tebal menjelang matahari terbenam.
Meskipun hilal tidak tampak secara visual, berdasarkan perhitungan hisab yang dilakukan oleh tim falakiyah, posisi hilal telah memenuhi kriteria imkanur rukyat bahkan mencapai kategori qath’iyyur rukyat. Tinggi hilal berada pada posisi yang cukup signifikan dan elongasi bulan terhadap matahari juga telah memenuhi ketentuan astronomis yang berlaku. Dengan demikian, secara hisab dapat dipastikan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Penetapan tersebut sekaligus menjadi dasar perhitungan jatuhnya Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Kegiatan rukyatul hilal ini menjadi bagian dari kontribusi akademik dan pengabdian Observatorium Jokotole UIN Madura dalam pengembangan ilmu falak serta pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang penentuan kalender hijriyah dan waktu ibadah umat Islam.